Mengetahui nama jurnal tempat sebuah artikel diterbitkan adalah langkah penting dalam penelitian akademik.
Informasi ini membantu peneliti menilai kredibilitas sumber, melacak reputasi penerbit, dan memastikan bahwa referensi yang digunakan berasal dari publikasi ilmiah yang sahih.
Banyak mahasiswa dan peneliti pemula masih kebingungan membedakan antara judul artikel dan nama jurnal, padahal keduanya memiliki peran berbeda dalam sitasi ilmiah.
Mengapa Penting Mengetahui Nama Jurnal?

Nama jurnal menunjukkan asal dan tingkat reputasi sebuah publikasi ilmiah.
Jurnal yang bereputasi, seperti yang terindeks di Scopus atau Sinta, memiliki proses peer-review yang ketat.
Dengan mengetahui nama jurnal, peneliti dapat menilai tingkat keilmiahan artikel serta menelusuri indeksasi dan kategori bidang ilmunya.
Selain itu, banyak universitas mensyaratkan referensi dari jurnal terakreditasi.
Kesalahan dalam mencantumkan nama jurnal dapat memengaruhi nilai validitas akademik dalam tugas akhir, tesis, atau disertasi.
Cara Mengetahui Nama Jurnal dari Sebuah Artikel Ilmiah

1. Melalui Halaman Pertama Artikel (Cover atau Header)
Sebagian besar artikel ilmiah mencantumkan nama jurnal pada bagian atas halaman pertama atau di header/footer.
Biasanya tertulis jelas seperti:
Published in: International Journal of Educational Research
Nama tersebut berbeda dari judul artikel yang biasanya terletak di tengah halaman dan menggunakan huruf besar semua.
2. Melihat Metadata atau DOI (Digital Object Identifier)
Setiap artikel ilmiah modern memiliki DOI yang unik.
Ketika Anda membuka tautan DOI (misalnya di https://doi.org/…), halaman tersebut akan menampilkan metadata lengkap, termasuk nama jurnal, volume, dan nomor edisi.
Metadata ini sering diatur oleh CrossRef, yang dapat dipercaya dalam konteks akademik.
3. Mengecek di Situs Resmi Penerbit atau Database Jurnal
Kunjungi situs penerbit jurnal atau platform indeksasi seperti Google Scholar, DOAJ, Scopus, atau Sinta.
Ketikkan judul artikel, lalu lihat hasil pencarian, nama jurnal biasanya muncul tepat di bawah judul.
Sebagai contoh, artikel berjudul “Digital Literacy in Higher Education” dapat ditemukan di Journal of Educational Technology.
Untuk publikasi nasional, Anda dapat merujuk ke panduan di Syntax Literate yang menjelaskan format dan struktur jurnal ilmiah di Indonesia.
Ciri-Ciri Nama Jurnal yang Valid dan Kredibel

- Memiliki ISSN (International Standard Serial Number) yang terdaftar.
- Diterbitkan secara berkala, biasanya 2–4 kali dalam setahun.
- Mempunyai laman resmi dengan informasi redaksi, dewan editor, dan ruang lingkup jurnal.
- Terindeks di lembaga indeksasi nasional (Sinta) atau internasional (Scopus, DOAJ, Web of Science).
Jangan terkecoh oleh situs yang meniru tampilan jurnal akademik namun tidak memiliki ISSN atau peer-review policy yang jelas.
Kesalahan Umum Saat Menemukan Nama Jurnal

Banyak peneliti pemula mengira bahwa judul artikel adalah nama jurnal.
Contohnya, ketika mereka mengutip artikel berjudul “The Impact of Digital Learning on Student Engagement”, mereka menulis sitasi:
“The Impact of Digital Learning on Student Engagement, Vol. 5 No. 2.”
Padahal seharusnya di tulis:
International Journal of Education Research, Vol. 5 No. 2, 2023.
Kesalahan ini umum terjadi karena kurangnya pemahaman struktur artikel akademik.
Di lapangan, dosen pembimbing sering menemukan bahwa mahasiswa mengambil sumber dari repository kampus atau conference proceedings, lalu menyebutnya “jurnal”, padahal bukan.
Untuk menghindari hal ini, biasakan memeriksa bagian About the Journal atau Journal Information di situs penerbit.
Cara Mengetahui Nama Jurnal dari PDF yang Sudah Diunduh

Jika Anda hanya memiliki file PDF artikel, buka bagian halaman pertama atau terakhir.
Di sana biasanya tercantum:
- Nama jurnal
- Volume dan nomor edisi
- Tahun terbit
- Penerbit
Anda juga bisa menggunakan fitur Properties → Description pada file PDF untuk melihat metadata tersembunyi.
Beberapa penerbit menyematkan nama jurnal di bagian Title atau Subject dalam metadata tersebut.
Menggunakan Alat Bantu Online untuk Identifikasi Jurnal

Jika masih ragu, Anda bisa memanfaatkan beberapa alat bantu berikut:
- Google Scholar: Ketikkan kalimat pertama artikel di kolom pencarian. Biasanya, Google akan menampilkan sumber jurnalnya.
- CrossRef Metadata Search: Masukkan DOI untuk menampilkan nama jurnal dan penerbit.
- Sinta (Science and Technology Index): Cocok untuk jurnal nasional.
- Scopus Preview: Berguna untuk jurnal internasional.
Jika Anda ingin mempelajari lebih dalam cara publikasi jurnal nasional terakreditasi, kunjungi Publish Jurnal Sinta.
Langkah Cepat Menentukan Nama Jurnal yang Benar

- Identifikasi DOI dan buka di situs CrossRef.
- Perhatikan header artikel dan bandingkan dengan judul yang muncul di laman penerbit.
- Cek ISSN dan lembaga pengindeks untuk memastikan keasliannya.
- Gunakan referensi resmi seperti Sinta, DOAJ, atau Scopus.
Langkah ini memastikan Anda tidak salah kutip atau mengutip artikel dari sumber yang tidak kredibel.
Kesimpulan
Mengetahui cara mengetahui nama jurnal merupakan keterampilan dasar namun penting dalam penelitian akademik.
Dengan memahami struktur artikel, membaca metadata DOI, serta mengenali ciri jurnal yang kredibel, peneliti dapat memastikan sumber yang di gunakan benar-benar sahih.
Selain meningkatkan akurasi sitasi, hal ini juga memperkuat reputasi karya ilmiah Anda di mata akademisi.
Pelajari lebih lanjut panduan dan standar publikasi melalui Syntax Literate agar tidak salah mengenali jurnal ilmiah di masa mendatang.
FAQ
1. Apa bedanya nama jurnal dan judul artikel?
Nama jurnal adalah tempat artikel di terbitkan, sedangkan judul artikel adalah topik penelitian yang di tulis oleh peneliti. Misalnya, Journal of Social Research (nama jurnal) dan Digital Transformation in Education (judul artikel).
2. Bagaimana cara mengecek nama jurnal jika artikel tidak punya DOI?
Anda bisa menelusuri judul artikel di Google Scholar atau di situs penerbit. Biasanya, hasil pencarian akan menampilkan nama jurnal di bawah judul.
3. Apakah semua artikel di internet termasuk jurnal ilmiah?
Tidak. Artikel jurnal ilmiah harus melalui peer-review dan di terbitkan oleh lembaga resmi dengan ISSN. Artikel blog, opini, atau laporan penelitian tanpa akreditasi tidak bisa di sebut jurnal ilmiah.





